Idop ni macam putaran roda!
Kdg2 kita d ats!
Kdg2 kita d bwh!
1)aty dah hitam,,dipenuhi dgn tompok2 dosa kecil,,mohon la kepada Allah agar dapat dibersihkan~~
2)aty dah xdapat dipulihkn,,cara terbaik menangani nya,, mohon Allah swt menukarkan dgn hati yang baru~~Pnyakit aty ni bnyk,,jeles,,dengki,,riak,,sombong,,meninggi dri n so on la~~
YA ALLAH,,jika hati aku telah dikotori,,kau bersihkan ia,,tetapi,,sekiranya ianya sudah tidak dapat dibersihkan lagi,,aku mohon,,tukarkan ianya dengan aty yang baru agar aku boleh menjadi muslimat yang solehah,,amin ya rabbal alamin~~Bagaimana pula dgn sakit hati??
Haissssshhhh,,td pnyakit aty,,ni sakit aty plak!!
Mcm2 la ko ni eruzu!!!
Pernah patah hati..
Pernah sakit hati..
Pernah kecewa luar biasa..N ada kalanya,,ada yg tataw mcm mana nk menangani masalah ini,,2 la salah 1sebab tjdnya bnuh dri 2,,astaghfirullahalazim,,mintak dijauhkan la~~
Ubat bagi menyembuhkan hati yang luka adalah dengan meMAAFkan hal yang telah melukai hati kita, ingat bhawa diri kita berhak untuk bahagia, jangan sampai idop kita terbelenggu oleh rasa sakit hati, kekecewaan yang tidak berkesudahan, buka mata, buka minda!
masih banyak hal indah yang perlu kita lakukan,untuk apa merenungi dan menyesali hal yang tidak ada gunanya.
Dulu aku memilih MARAH karena merasa harga diriku dijatuhkan,ketika orang lain berlaku zalim kepadaku atau menggunjingku,menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.Sekarang aku memilih BERSYUKUR dan berterima kasih,karena ku yakin ada transfer pahala dari mereka..ketika aku mampu memaafkan dan bersabar….
Nota kaki: semoga kita semua terselamat dari mendapat penyakit yang maha dahsyat,,maha bahaya dan maha menakutkan ini,,nauzubillah~~
Sekadar renungan,,pandangan,,nasihat:
Pada zaman nabi ada seorang laki-laki bertanya pada nabi,
“Ya Rasulullah , siapakah manusia terbaik?”.
Nabi menjawab, “Mereka adalah orang mukmin yang berhati makhmum.”
Orang itu bertanya lagi , “Apakah hati makhmum itu?” .
Nabi bersabda, “Itu adalah hati yang berTAKWA lagi bersih yang tidak ada didalamnya penipuan, sikap melampaui batas, tipu daya, khianat dan dengki”.
(HR. Ibnu majah dan termasuk hadis shahih).





